Selain bersilaturahmi, sebagaimana sebelumnya, KAB juga menyumbangkan beberapa koleksi pustaka untuk Perpustakaan KAI. Diantara 4 judul koleksi pustaka yang disumbangkan, salah satunya adalah buku Menuju Kereta Commuter Indonesia yang disusun melalui sinergi bersama antara Kereta Anak Bangsa dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Penyampaian sumbangan buku ini diwakili oleh Bapak Trisilo Hartono dari Kereta Anak Bangsa dan diterima oleh Bapak Asep Lili selaku Pengelola Perpustakaan KAI Pusat.


Buku karya bersama hasil sinergi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan Kereta Anak Bangsa ini mengisahkan upaya tanpa henti manajemen dan seluruh insan KAI untuk terus melakukan perubahan serta meraih capaian-capaian baru. Buku setebal 150 halaman penuh foto berwarna ini menegaskan kesungguhan manajemen KAI untuk terus mendorong laju perubahan korporasi dan tidak boleh kendur sedikitpun.

Tepat pada acara puncak peringatan Hari Kereta Api tanggal 28 September 2017, dilakukan peluncuran Buku “Accelerating the Change – Melajukan Perubahan Kereta Api Indonesia”. Peluncuran buku ini ditandai dengan penandatanganan sampul buku berukuran besar oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dan disaksikan oleh Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa, serta dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolis kepada Pelaksana Tugas Komisaris Utama KAI, Muchtar Arifin.
]]>
Peristiwa penting bagi KCJ ini terjadi pada hari Rabu tanggal 20 September 2017. Perubahan nama ini juga dilakukan bertepatan dengan puncak acara peringatan genap 9 tahun KCJ berdiri dan mengabdi kepada bangsa. Momen bersejarah ini sekaligus ditandai dengan peluncuran dan bedah buku “Menuju Kereta Commuter Indonesia” hasil karya sinergi PT Kereta Commuter Indonesia denganKereta Anak Bangsa.
Buku setebal 200 halaman ini mengisahkan tentang perjalanan transformasi KRL Commuter Line Jabodetabek, perkembangan dan inovasi serta capaian KCJ hingga menjelang perubahan menjadi KCI. Disajikan dalam dwibahasa Indonesia-Inggris, disertai dengan foto-foto berwarna. Buku ini dijual untuk umum sehingga dapat dimiliki dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Acara bedah Buku Menuju Kereta Commuter Indonesia dihadiri tiga narasumber, yaitu Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila, Pemerhati Perkeretaapian dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, dan perwakilan masyarakat pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek Muni Lestari, dan dipandu moderator Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa.
]]>Kini, setelah hampir 40 tahun, timbul kembali pemikiran dan keinginan dari banyak pihak untuk memanfaatkan kembali aset perkeretaapian yang sebagian masih tertinggal jejaknya, baik pemanfaatan sebagai aset penunjang aspek ekonomi maupun untuk mendorong potensi reaktivasi jalur ini guna meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas serta menggerakkan perekonomian khususnya di wilayah Pangandaran dan Jawa Barat.
Salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan aset dan reaktivasi tersebut, adalah mulai intensnya berbagai kegiatan diskusi dan kajian tentang jalur KA nonaktif ini, yang juga dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai komunitas daerah setempat, salah satunya adalah Komunitas Rumah Plankton yang merupakan gerakan masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang terutama bergiat di bidang edukasi. Dan berkaitan dengan diskusi tentang jalur KA nonaktif Banjar-Pangandaran-Cijulang, pada tanggal 18 Juni 2018, Komunitas Rumah Plankton mengadakan kegiatan yang bertajuk Ngaguar Dongeng Kareta Banjar-Cijulang bertempat di Rumah Plankton di kawasan Pasar Wisata Pangandaran.


Kegiatan ini adalah forum diskusi yang menghadirkan beberapa narasumber termasuk dari Kereta Anak Bangsa, sebagai wadah pencinta perkeretaapian Indonesia, untuk turut serta berbagi wawasan dan pengetahuan tentang sejarah dan profil jalur KA ini, dan tak ketinggalan diputarkan pula film dokumenter saat jalur ini masih beroperasi di masa kolonial Hindia Belanda. Pada kesempatan ini, penyajian materi dari Kereta Anak Bangsa disampaikan oleh Aditya Dwi Laksana. Narasumber lain yang hadir adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman, dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin. Diskusi mengerucut pada kesimpulan bahwa peninggalan KA di Pangandaran harus dilestarikan dan dimanfaatkan lebih optimal dan potensi reaktivasi harus terus didorong.
Sedemikian mempesonanya keindahan Kota Garut yang dulu dikenal dengan julukan Swiss van Java, menggelitik bintang komedian Hollywood, Amerika Serikat, yaitu Charlie Chaplin untuk mengunjunginya dengan menggunakan moda KA melalui Stasiun Cibatu pada tahun 1927 dan 1935. Sementara pada masa genting Perang Kemerdekaan Indonesia di tahun 1946, beberapa dinas Balai Besar (Kantor Pusat) Djawatan Kereta Api Republik Indonesia sempat dipindahkan dari Bandung ke Cisurupan (6 km utara Cikajang).
Pesona jalur KA nonaktif ini mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersinergi dengan Kereta Anak Bangsa, untuk mengadakan kegiatan Napak Tilas Jalur KA Nonaktif Cibatu-Garut-Cikajang pada tanggal 21-23 Maret 2017. Kereta Anak Bangsa kembali dipercaya dan mendapat tugas untuk memandu kegiatan napak tilas yang diikuti oleh para jurnalis media massa dan komunitas pencinta KA ini. Beberapa jejak peninggalan bersejarah seperti bekas Stasiun Wanaraja, Garut, Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang dikunjungi. Tak ketinggalan pula, peserta diajak berjalan kaki menyusuri bekas Jembatan KA Cisurupan dan melintasi bekas sinyal muka Cikajang menuju emplasemen stasiun.
Untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat, maka diadakan pula kegiatan Forum Diskusi dan Silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Garut serta dengan forum pimpinan Kecamatan Cikajang beserta tokoh masyarakatnya.



Langkah besar selalu dimulai dari satu langkah kecil. Upaya sederhana berkontribusi dilakukan dengan menyampaikan sedikit sumbangan buku untuk melengkapi koleksi Perpustakaan KAI. Langkah kecil ini direalisasikan pada tanggal 10 Februari 2017 tatkala Kereta Anak Bangsa menyampaikan sumbangan 2 buku berbahasa asing tentang kereta api uap di dunia kepada pengelola perpustakaan KAI yang berlokasi di area Pusdiklat KAI di Jalan Laswi, Bandung. Semoga meski langkah kecil dan sederhana tetapi bisa bermakna dan bermanfaat dan bisa berlanjut kepada langkah-langkah berikutnya yang lebih besar.

Untuk menyambut dan memaknai sejarah panjang perkeretaapian tersebut, Kereta Anak Bangsa mencoba memberikan sumbangsihnya dengan mempersembahkan suatu karya dalam wujud sebuah kalender meja tahun 2017, yang diberi tajuk Kalender 150 tahun Perkeretaapian Indonesia.
Kalender ini menyajikan informasi singkat tentang awal mula perkeretaapian di Indonesia 150 tahun silam dan perbandingan foto-foto perkeretaapian di masa lampau dan masa kini, yang disertai narasi singkat dan trivia-trivia perkeretaapian Indonesia. Tak ketinggalan pula diberikan catatan tentang tanggal-tanggal peristiwa bersejarah dalam perkeretaapian Indonesia. Meski dalam wujud yang sederhana, namun diharapkan persembahan Kereta Anak Bangsa ini dapat memberikan makna dan manfaat bagi perkeretaapian Indonesia.


Kesempatan ini datang tatkala TK Al Furqon di wilayah Jakarta Selatan, bermaksud untuk mengadakan kegiatan edukatif jalan-jalan naik KRL. Kereta Anak Bangsa (KAB) dengan senang hati membantu penyelenggaraan kegiatan dimaksud. Mulai dari persiapan dan koordinasi dengan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek hingga pelaksanaan kegiatan. Pada saat hari pelaksanaan, di tanggal 24 November 2016, tim KAB yang dimotori Gurnito Rakhmat Wijokangko dan dibantu Titin Hartini turut menjadi pemandu dan pendamping siswa-siswi TK Al Furqon saat acara pelesiran naik KRL yang mengambil rute dari Stasiun Kebayoran Lama menuju Stasiun Serpong dan kembali lagi ke Stasiun Kebayoran Lama. Tentunya juga KAB berbagi cerita pengetahuan mengenai KA dan KRL kepada mereka serta memandu cara melakukan tap-in dan tap-out di gerbang elektronik di stasiun KRL.

]]>
Setelah penandatanganan, selanjutnya buku tersebut diserahkan oleh Ketua Kereta Anak Bangsa, Aditya Dwi Laksana kepada Bapak Ignasius Jonan.
Penandatanganan sambutan pengantar oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bapak Ignasius Jonan.
Penyerahan buku “The Beauty of Indonesian Railways” dari Kereta Anak Bangsa kepada Bapak Ignasius Jonan.

Buku ini dipersembahkan oleh Kereta Anak Bangsa dan disajikan dalam dwi bahasa (Indonesia-Inggris) dan dikemas eksklusif dalam 356 halaman dengan lebih dari 560 foto penuh warna beraneka jenis kereta api, stasiun, jembatan, terowongan, bangunan warisan budaya, balai yasa, dipo, industri kereta api, museum serta juga interaksi manusia dan budaya terkait perkeretaapian.
]]>